ASP.NET merupakan teknologi Microsoft yang dikhususkan untuk pengembangan aplikasi berbasis web dinamis berbasis platform .NET Framework” (Kurniawan; 2010). ASP.NET didesain untuk memberikan kemudahan pada pengembang web untuk membuat aplikasi berbasis web
dengan cepat, mudah, dan efisien karena meminimalkan kode program
dengan bantuan komponen-komponen yang tersedia, sehingga dapat
meningkatkan produktivitas.
ASP .NET MVC adalah sebuah web
application development framework atau kerangka kerja aplikasi web yang
dibangun dengan lisensi Microsoft dan . NET Framework.MVC sendiri juga merupakan salah satu model pemrograman web ASP .NET selain ASP.NET Web Form. Apa perbedaan keduanya bisa di baca disini
MVC pattern adalah sebuah pattern dalam teknik pemrograman yang memisahkan ketiga bagian program menjadi tiga buah objek yang terpisah (Azis; 2005).
Bagian-bagian inilah yang memudahkan developer untuk memisahkan fokus
tampilan (user interface) , manipulasi objek, dan logic. Interaksi
antara ketiga bagian program tersebut digambarkan seperti di bawah ini.
Model merupakan inti dari logika
bisnis dan data. Model berisi sifat dan perilaku (property and behavior)
yang menggambarkan suatu entitas atau lebih mudahnya Model berisi
sebuah class. Dalam implementasi koding, satu form model berisi
property atau variabel dalam satu class kemudian dibuat method atau
kumpulan dari variabel yang di deklar. method atau kumpulan ini nantinya
yang akan di panggil untuk di tampilkan.
View bertanggung jawab untuk mengubah model menjadi
representasi visual. Dalam aplikasi web, view seringkali menghasilkan
HTML yang akan di tampilkan dalam browser pengguna. meskipun model juga
dimungkinkan akan ditampilkan dalam PDF, XML, bahkan spreadsheet sesuai
kebutuhan user nantinya. View hanya fokus pada tampilan user interface,
tidak boleh ada unsur logika bisnis karena nanti akan mempengaruhi waktu
load aplikasi tersebut.
Controller, seperti namanya yaitu bertugas mengontrol logika
aplikasi dan bertindak sebagai koordinator antar Model dan View.
Controller menerima input dari pengguna melalui View kemudian diproses
dalam model untuk menampilkan action tertentu, dan hasilnya akan ditampilkan kembali oleh View.
Dengan demikian, kerja aplikasi bisa lebih cepat dan efisien karena
sudah dipisahkan oleh fungsi dasar dalam proses koding dengan
menggunakan arsitektur MVC. Selain itu pemisahan seperti ini memudahkan
develper dalam pembagian tugas sesuai dengan keahliannya, developer bisa
fokus memusatkan perhatian pada logika bisnis di dalam Model, sedangkan
developer design yang mampu bermain User Interface sehingga menarik
untuk dipakai user dapat dengan mudah mengerjakannya. Kemudian keduanya
akan di satukan dengan harmonis oleh Controller.
Dari sisi development, Visual Studio 2008 support untuk MVC 2, Visual
Studio 2010 support dengan MVC 2 dan MVC 3, Visual Studio 2012 support
untuk MVC 3 dan MVC 4 Sedangkan versi yang palinga baru Visual Studio
2013 hanya support untuk MVC 4, Dan
“Apa Sih yang baru dari MVC 4” dijelaskan pada blog satunya…